{"id":10929,"date":"2024-02-20T14:40:00","date_gmt":"2024-02-20T07:40:00","guid":{"rendered":"https:\/\/bpbd.hulusungaiselatankab.go.id\/?p=10929"},"modified":"2024-02-21T14:34:12","modified_gmt":"2024-02-21T07:34:12","slug":"apa-pengaruh-fenomena-la-nina-dan-el-nino-terhadap-iklim-musim-di-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bpbd.hulusungaiselatankab.go.id\/?p=10929","title":{"rendered":"APA PENGARUH FENOMENA LA NINA DAN EL NINO TERHADAP IKLIM\/MUSIM DI INDONESIA"},"content":{"rendered":"\n<p>BPBD Kab. HSS, Kandangan Selasa 20 Februari 2024.<\/p>\n\n\n\n<p>Sobat BPBD KENALI BAHAYANYA DAN KURANGI RISIKONYA, Yuk simak informasi&nbsp; tentang Pengaruh Fenomena La Nina dan El Nino terhadap Iklim\/Musin di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex\">\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"275\" data-id=\"10930\" src=\"https:\/\/bpbd.hulusungaiselatankab.go.id\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/La-Nina-El-Nino-1024x275.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-10930\" srcset=\"https:\/\/bpbd.hulusungaiselatankab.go.id\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/La-Nina-El-Nino-1024x275.jpeg 1024w, https:\/\/bpbd.hulusungaiselatankab.go.id\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/La-Nina-El-Nino-300x81.jpeg 300w, https:\/\/bpbd.hulusungaiselatankab.go.id\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/La-Nina-El-Nino-768x206.jpeg 768w, https:\/\/bpbd.hulusungaiselatankab.go.id\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/La-Nina-El-Nino-640x172.jpeg 640w, https:\/\/bpbd.hulusungaiselatankab.go.id\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/La-Nina-El-Nino.jpeg 1280w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n<\/figure>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\">Sumber Foto : https:\/\/www.bmkg.go.id\/iklim\/elnino.bmkg<\/p>\n\n\n\n<p><strong>La Nina<\/strong> merupakan suatu kondisi dimana terjadi penurunan suhu muka laut di kawasan Timur equator di Lautan Pasifik. Selama kejadian <strong>La Nina<\/strong>, angin pasat Timur menguat dan perairan di sekitar Indonesia dan Australia menjadi lembap dan basah. Fenomena <strong>La Nina<\/strong> menyebabkan curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia bertambah, bahkan sangat berpotensi menyebabkan terjadinya banjir. Peningkatan curah hujan ini sangat tergantung dari intensitas <strong>La Nina<\/strong> tersebut. Namun karena posisi geografis Indonesia yang dikenal sebagai benua maritim, maka tidak seluruh wilayah Indonesia dipengaruhi oleh fenomena <strong>La Nina<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>La Nina<\/strong> terutama ditandai dengan :<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Mendinginnya suhu muka laut di Pasifik Equator, Sea Surface Temperature (SST) ini lebih rendah dibandingkan dengan rata-ratanya dan penyimpangan suhu muka laut di daerah tersebut bernilai negatif.<\/li>\n\n\n\n<li>La Nina dideteksi ketika nilai SOI positif selama periode yang cukup lama (minmal tiga bulan). SOI adalah nilai indeks yang menyatakan perbedaan Tekanan Permukaan Laut (SLP) antara Tahiti dan Darwin, Australia.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>El Nino<\/strong> merupakan suatu kondisi dimana terjadi peningkatan suhu muka laut di sekitar Pasifik Tengah dan Timur sepanjang ekuator dari nilai rata-ratanya. Selama kejadian <strong>El Nino<\/strong>, angin pasat Timur melemah artinya angin berbalik arah dari barat dan mendorong wilayah potensi hujan ke timur (Pasifik Tengah hingga Timur). Hal ini menyebabkan perubahan pola cuaca. Daerah potensi hujan meliputi wilayah Perairan Pasifik Tengah dan Timur dan Amerika Tengah. Fenomena <strong>El Nino<\/strong> menyebabkan curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia berkurang, tingkat berkurangnya curah hujan ini sangat tergantung dari intensitas <strong>El Nino<\/strong> tersebut. Namun karena posisi geografis Indonesia yang dikenal sebagai benua maritim, maka tidak seluruh wilayah Indonesia dipengaruhi oleh fenomena <strong>El Nino<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>El Nino<\/strong> terutama ditandai dengan:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Meningkatnya suhu muka laut di Pasifik Ekuator, SST ini lebih tinggi dibandingkan dengan rata-ratanya dan penyimpangan di daerah tersebut bernilai positif.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>El Nino<\/strong> dideteksi ketika nilai SOI negatif selama periode yang cukup lama (minimal tiga bulan). SOI adalah nilai indeks yang menyatakan perbedaan Tekanan Permukaan Laut (SLP) antara Tahiti dan Darwin, Australia.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Sumber : Buletin Iklim Kalimantan Selatan, Januari 2024 VOL. LI NO.01<\/p>\n\n\n\n<p><strong>\u201cKami Siap Untuk Selamat\u201d<\/strong><strong>SALAM TANGGUH SALAM KEMANUSIAAN \u2013 BPBD Kab. HSS<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BPBD Kab. HSS, Kandangan Selasa 20 Februari 2024. Sobat BPBD KENALI BAHAYANYA DAN KURANGI RISIKONYA, Yuk simak informasi&nbsp; tentang Pengaruh Fenomena La Nina dan El Nino terhadap Iklim\/Musin di Indonesia. Sumber Foto : https:\/\/www.bmkg.go.id\/iklim\/elnino.bmkg La Nina merupakan suatu kondisi dimana terjadi penurunan suhu muka&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-10929","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bpbd.hulusungaiselatankab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10929","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bpbd.hulusungaiselatankab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bpbd.hulusungaiselatankab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bpbd.hulusungaiselatankab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bpbd.hulusungaiselatankab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=10929"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/bpbd.hulusungaiselatankab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10929\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10935,"href":"https:\/\/bpbd.hulusungaiselatankab.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10929\/revisions\/10935"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bpbd.hulusungaiselatankab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=10929"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bpbd.hulusungaiselatankab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=10929"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bpbd.hulusungaiselatankab.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=10929"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}