BPBD HSS Terjunkan Relawan Bantu Pencarian Korban Tenggelam di HSU

(Senin, 05/05/2025) BPBD Kabupaten Hulu Sungai Selatan mengirimkan tim relawan untuk membantu pencarian seorang warga yang diduga tenggelam di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Kepala Pelaksana BPBD HSS, Kusairi, S.Sos., M.AP, secara langsung melepas keberangkatan tim di halaman kantor BPBD HSS. Tim dilengkapi dengan peralatan SAR air dan bergabung dalam upaya pencarian bersama BPBD setempat serta unsur relawan lainnya.

Langkah ini merupakan wujud kepedulian dan solidaritas lintas daerah dalam penanggulangan bencana dan operasi kemanusiaan.

#BPBDHSS#TanggapDarurat#MisiKemanusiaan#SAR#RelawanTangguh#SolidaritasTanpaBatas#HSU

Saat Banjir Terjadi: Apa yang Harus Dilakukan untuk Tetap Aman?

Banjir merupakan salah satu bencana alam yang paling sering terjadi di wilayah Hulu Sungai Selatan, terutama saat curah hujan tinggi berlangsung terus-menerus. Ketika banjir datang, penting bagi masyarakat untuk tetap tenang dan melakukan tindakan yang tepat guna mengurangi risiko dan menyelamatkan diri serta keluarga.

Berikut panduan tindakan darurat saat banjir yang wajib diketahui masyarakat:

1. Tetap Tenang dan Jangan Panik

Panik hanya akan memperburuk keadaan. Saat air mulai naik, segera ambil langkah penyelamatan dengan tenang dan cepat. Dengarkan instruksi dari petugas atau sumber informasi resmi.

2. Matikan Listrik dan Gas โšก

Air dapat menghantarkan listrik. Jika rumah Anda mulai tergenang, segera matikan aliran listrik dari sumber utama dan tutup keran gas untuk mencegah risiko kebakaran atau kesetrum.

3. Siapkan Tas Siaga dan Dokumen Penting ๐ŸŽ’

Ambil barang-barang penting seperti KTP, KK, surat berharga, obat-obatan, makanan siap saji, dan pakaian secukupnya. Simpan di tempat aman dan mudah dibawa bila harus mengungsi.

4. Pindah ke Tempat Lebih Tinggi

Jika air terus naik dan mulai membahayakan, segera evakuasi ke tempat yang lebih tinggi atau ke pos pengungsian terdekat. Jangan tunggu hingga air menutup akses keluar rumah.

5. Hindari Daerah Aliran Sungai dan Saluran Air

Arus air banjir bisa sangat deras dan membahayakan, bahkan di genangan yang tampak dangkal. Jangan mencoba berjalan atau berkendara melewati air mengalir.

6. Pantau Informasi Resmi ๐Ÿ“ป

Dengarkan radio, pantau media sosial resmi BPBD, atau ikuti informasi dari BMKG dan pemerintah daerah untuk mengetahui perkembangan banjir dan arahan evakuasi.

7. Jangan Menyentuh Kabel atau Peralatan Listrik

Jika melihat kabel listrik jatuh atau peralatan terendam air, jauhi area tersebut dan laporkan ke pihak PLN atau BPBD untuk penanganan lebih lanjut.


Layanan Darurat dan Evakuasi

BPBD Kab. Hulu Sungai Selatan telah menyiagakan tim untuk membantu proses evakuasi, distribusi logistik, dan penyelamatan warga terdampak. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.

Waspada Hujan Deras dan Angin Kencang: Pahami Risikonya, Siapkan Langkah Mitigasinya

Hujan deras yang disertai angin kencang merupakan salah satu fenomena cuaca ekstrem yang sering terjadi di wilayah Hulu Sungai Selatan, terutama saat memasuki puncak musim hujan. Dampak dari kondisi ini tidak boleh dianggap sepele, karena dapat mengancam keselamatan jiwa, menimbulkan kerugian materi, serta mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat.

Dampak Hujan Deras dan Angin Kencang

Cuaca ekstrem ini dapat memicu sejumlah bencana sekunder yang sangat berbahaya, antara lain:

1. Banjir dan Genangan

Curah hujan tinggi dalam waktu singkat dapat membuat sistem drainase tidak mampu menampung air. Akibatnya, air akan meluap dan membanjiri permukiman, jalan raya, bahkan fasilitas umum. Selain mengganggu aktivitas warga, banjir juga meningkatkan risiko penyakit seperti diare dan leptospirosis.

2. Tanah Longsor

Hujan deras di daerah perbukitan atau lereng yang rawan longsor bisa menyebabkan pergerakan tanah. Jika tidak diantisipasi, longsor dapat menimbun rumah, jalan, hingga menelan korban jiwa.

3. Pohon Tumbang dan Runtuhan Bangunan

Angin kencang berpotensi menumbangkan pohon-pohon besar di pinggir jalan atau area permukiman. Selain itu, bangunan dengan struktur yang kurang kokoh, seperti atap seng atau papan, juga rentan rusak. Ini dapat membahayakan penghuni rumah maupun pengguna jalan.

4. Gangguan Listrik dan Komunikasi

Kabel listrik yang putus akibat pohon tumbang atau tiang roboh bisa menyebabkan pemadaman massal. Kondisi ini memperburuk situasi jika terjadi pada malam hari atau saat warga sedang membutuhkan informasi darurat.

Langkah-Langkah Mitigasi dan Kesiapsiagaan

Agar terhindar dari dampak buruk cuaca ekstrem, BPBD Kab. Hulu Sungai Selatan mengimbau masyarakat untuk melakukan langkah-langkah berikut:

โœ… Pantau Informasi Cuaca
Selalu ikuti prakiraan cuaca dari BMKG dan informasi dari kanal resmi BPBD. Peringatan dini sangat penting agar masyarakat dapat bersiap lebih awal.

โœ… Periksa Kondisi Rumah
Pastikan atap rumah dalam kondisi kuat dan tidak bocor. Perkuat bagian rumah yang mudah rusak tertiup angin seperti genteng, plafon, dan jendela.

โœ… Amankan Barang di Luar Rumah
Benda seperti pot bunga, kursi plastik, atau peralatan lain di luar rumah sebaiknya diamankan atau disimpan agar tidak terbawa angin dan membahayakan orang lain.

โœ… Hindari Berteduh di Tempat Berisiko
Jangan berteduh di bawah pohon atau baliho saat hujan dan angin kencang. Tempat tersebut sangat berisiko roboh atau tumbang.

โœ… Kurangi Aktivitas Luar Ruangan
Jika tidak mendesak, hindari bepergian saat cuaca buruk. Jalan licin, pohon tumbang, dan genangan air bisa menjadi bahaya tersembunyi.

โœ… Siapkan Tas Siaga Bencana
Lengkapi rumah dengan tas darurat berisi dokumen penting, obat-obatan, senter, baterai cadangan, air minum, dan makanan instan.

Peran Aktif Masyarakat Sangat Dibutuhkan

Apabila masyarakat melihat pohon rawan tumbang, genangan air yang mulai meluas, atau tanda-tanda longsor, segera laporkan ke BPBD atau aparat desa setempat. Kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah sangat penting dalam menekan risiko bencana dan mempercepat penanganan jika terjadi hal yang tidak diinginkan.

Edukasi Mitigasi Kebencanaan: Hadapi Cuaca Ekstrem dengan Kesiapsiagaan

Cuaca ekstrem seperti angin kencang, hujan lebat, hujan es, hingga suhu ekstrem kini semakin sering terjadi akibat perubahan iklim global. Dampaknya dapat memicu bencana lain seperti banjir, pohon tumbang, bahkan kerusakan infrastruktur. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk memahami langkah-langkah mitigasi agar bisa lebih siap dan tanggap.

Apa itu Cuaca Ekstrem?

Cuaca ekstrem adalah kondisi cuaca yang berada di luar kebiasaan normal dan dapat menimbulkan risiko terhadap keselamatan jiwa, kesehatan, dan lingkungan. Contohnya:
๐ŸŒช๏ธ Angin puting beliung
๐ŸŒง๏ธ Hujan lebat dalam waktu singkat
โ„๏ธ Hujan es
๐Ÿ”ฅ Suhu panas ekstrem yang memicu kekeringan dan kebakaran

Langkah Mitigasi Menghadapi Cuaca Ekstrem

โœ… Pemantauan Informasi Cuaca

  • Ikuti informasi dari BMKG dan BPBD setempat
  • Waspadai peringatan dini cuaca ekstrem melalui TV, radio, atau media sosial resmi

โœ… Penguatan Bangunan

  • Pastikan atap dan struktur rumah cukup kuat menghadapi angin kencang
  • Pangkas ranting pohon besar di sekitar rumah

โœ… Kesiapsiagaan Keluarga

  • Siapkan tas siaga bencana berisi dokumen penting, senter, obat-obatan, makanan, dan air
  • Susun rencana evakuasi keluarga

โœ… Hindari Aktivitas Berisiko

  • Jangan berteduh di bawah pohon saat angin kencang
  • Tunda bepergian jika terjadi hujan deras atau visibilitas rendah

Peran BPBD

BPBD Kab. Hulu Sungai Selatan secara aktif melakukan edukasi dan penyuluhan mitigasi cuaca ekstrem kepada masyarakat, terutama di wilayah rawan terdampak. Kami juga siap menyalurkan informasi peringatan dini dan melakukan penanganan darurat bila diperlukan.

Mari bersama tingkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem demi keselamatan bersama.

#MitigasiBencana #CuacaEkstrem #SiagaBencana #BPBDHSS #HuluSungaiSelatan

Informasi Kebencanaan: Jenis, Penyebab, dan Cara Menghadapinya

Bencana alam dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, terutama di wilayah dengan kondisi geografis yang rawan. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk memahami jenis-jenis bencana, penyebabnya, serta langkah-langkah yang harus dilakukan dalam upaya pencegahan dan penanggulangan.

Jenis-Jenis Bencana yang Berpotensi Terjadi di Hulu Sungai Selatan

1๏ธโƒฃ Banjir ๐ŸŒŠ
๐Ÿ“Œ Penyebab: Curah hujan tinggi, penyumbatan drainase, dan luapan sungai.
๐Ÿ“Œ Cara Menghadapi:
โœ… Menjaga kebersihan saluran air agar tidak tersumbat
โœ… Membuat sistem drainase yang baik
โœ… Mengikuti peringatan dini dari BPBD

2๏ธโƒฃ Tanah Longsor โ›ฐ๏ธ
๐Ÿ“Œ Penyebab: Hujan deras yang menyebabkan tanah menjadi labil, penggundulan hutan, dan aktivitas manusia di lereng curam.
๐Ÿ“Œ Cara Menghadapi:
โœ… Menghindari pembangunan rumah di daerah rawan longsor
โœ… Menanam pohon berakar kuat untuk menahan tanah
โœ… Segera evakuasi jika terlihat tanda-tanda longsor, seperti retakan tanah

3๏ธโƒฃ Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) ๐Ÿ”ฅ
๐Ÿ“Œ Penyebab: Cuaca panas ekstrem, aktivitas manusia seperti pembakaran lahan, serta kelalaian.
๐Ÿ“Œ Cara Menghadapi:
โœ… Tidak membakar lahan secara sembarangan
โœ… Melaporkan kebakaran sejak dini ke pihak berwenang
โœ… Membuat sekat bakar untuk mencegah api meluas

4๏ธโƒฃ Cuaca Ekstrem ๐ŸŒช๏ธ
๐Ÿ“Œ Penyebab: Perubahan iklim, suhu udara yang tidak stabil, serta perbedaan tekanan udara yang signifikan.
๐Ÿ“Œ Cara Menghadapi:
โœ… Memantau prakiraan cuaca dan peringatan dini dari BMKG
โœ… Mengamankan barang-barang di luar rumah agar tidak terbawa angin kencang
โœ… Menghindari aktivitas luar ruangan saat terjadi angin kencang atau hujan es

Pentingnya Kesiapsiagaan Bencana

BPBD Kab. Hulu Sungai Selatan mengimbau seluruh masyarakat untuk selalu waspada dan mengikuti informasi kebencanaan dari sumber resmi. Upaya mitigasi dan kesiapsiagaan yang baik dapat mengurangi dampak bencana serta menyelamatkan nyawa.

Mari bersama membangun kesadaran dan kesiapsiagaan menghadapi bencana!

#InformasiBencana #SiagaBencana #BPBDHSS #HuluSungaiSelatan

Tanah Longsor di Musim Hujan: Kenali Gejala dan Cara Menghadapinya ๐ŸŒง๏ธโ›ฐ๏ธ

Musim hujan meningkatkan risiko terjadinya tanah longsor, terutama di daerah berbukit dan lereng yang curam. Tanah yang jenuh air menjadi lebih berat dan kehilangan kestabilannya, sehingga berpotensi menimbulkan longsor. Untuk itu, penting bagi kita semua untuk memahami tanda-tanda peringatan dan langkah mitigasi agar dapat mengurangi risiko bencana ini.

Tanda-Tanda Tanah Longsor

Sebelum longsor terjadi, ada beberapa tanda yang bisa diwaspadai, antara lain:
โœ… Retakan tanah di sekitar lereng atau dinding rumah
โœ… Pohon atau tiang listrik yang mulai miring
โœ… Sumber air sumur tiba-tiba menjadi keruh
โœ… Suara gemuruh dari dalam tanah, terutama setelah hujan deras

Cara Mencegah dan Mengurangi Risiko Longsor

Beberapa langkah mitigasi yang bisa dilakukan adalah:
โœ” Menanam pohon berakar kuat untuk memperkuat struktur tanah
โœ” Tidak menebang pohon sembarangan di lereng bukit
โœ” Membuat terasering atau drainase untuk mengalirkan air hujan dengan baik
โœ” Menghindari pembangunan rumah di daerah rawan longsor

Langkah Darurat Jika Longsor Terjadi

Jika Anda tinggal di area rawan longsor, pastikan selalu siap dengan langkah-langkah berikut:
โžก Segera keluar dari rumah jika melihat tanda-tanda longsor
โžก Mengungsi ke tempat yang lebih aman dan jauh dari tebing curam
โžก Jangan berdiri di jalur longsoran, karena pergerakan tanah bisa terjadi lebih dari satu kali
โžก Hubungi BPBD untuk mendapatkan bantuan dan informasi lebih lanjut

BPBD Kab. Hulu Sungai Selatan mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan sigap dalam menghadapi ancaman tanah longsor. Jika menemukan tanda-tanda longsor di sekitar Anda, segera laporkan ke pihak berwenang!

๐Ÿ“ž Call Center BPBD HSS: (0811-514-686)

Hujan Lebat dan Potensi Banjir: Waspada dan Siaga! ๐ŸŒง๏ธ๐ŸŒŠ

Musim hujan telah tiba, dan dengan intensitas hujan yang tinggi, risiko bencana banjir semakin meningkat, terutama di daerah rawan seperti bantaran sungai dan dataran rendah. BPBD Kab. Hulu Sungai Selatan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi banjir.

Apa Penyebab Banjir?

Beberapa faktor utama yang menyebabkan banjir di wilayah kita antara lain:
โœ… Curah hujan tinggi dan berlangsung lama
โœ… Sungai meluap akibat sedimentasi dan sampah
โœ… Drainase yang tersumbat
โœ… Berkurangnya daerah resapan air akibat alih fungsi lahan

Langkah Kesiapsiagaan Masyarakat

Untuk mengurangi dampak banjir, masyarakat diimbau untuk:
โœ” Membersihkan saluran air dan tidak membuang sampah sembarangan
โœ” Menyediakan tas siaga bencana berisi makanan, air, obat-obatan, dan dokumen penting
โœ” Memantau informasi cuaca dan peringatan dini dari BPBD serta instansi terkait
โœ” Menyusun rencana evakuasi keluarga jika sewaktu-waktu banjir terjadi

Apa yang Harus Dilakukan Saat Banjir?

โžก Jika air mulai naik, segera matikan listrik untuk menghindari korsleting
โžก Simpan barang berharga di tempat yang lebih tinggi
โžก Jika kondisi semakin parah, segera evakuasi ke tempat aman
โžก Hubungi BPBD atau tim penyelamat jika membutuhkan pertolongan

BPBD Kab. Hulu Sungai Selatan terus memantau perkembangan cuaca dan siap siaga untuk menghadapi kemungkinan bencana. Mari bersama menjaga keselamatan dan mengurangi risiko banjir!

๐Ÿ“ž Call Center BPBD HSS: (0811-514-686)

Waspada Bencana! Kenali, Cegah, dan Tanggap Darurat Menghadapi Bencana ๐ŸŒŠ๐ŸŒช๐Ÿ”ฅ


Kabupaten Hulu Sungai Selatan memiliki potensi bencana alam seperti banjir, tanah longsor, dan kebakaran hutan. Oleh karena itu, penting bagi kita semua untuk memahami langkah-langkah mitigasi dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana.

1๏ธโƒฃ Mitigasi: Mencegah Lebih Baik daripada Mengobati
โœ… Menjaga kebersihan sungai dan saluran air untuk mencegah banjir
โœ… Tidak membangun di daerah rawan longsor
โœ… Menghindari pembakaran lahan yang bisa memicu kebakaran hutan

2๏ธโƒฃ Kesiapsiagaan: Siapkan Diri dan Keluarga
โœ… Simpan nomor darurat BPBD: (isi nomor kontak BPBD setempat)
โœ… Siapkan tas siaga bencana berisi makanan, obat-obatan, dan dokumen penting
โœ… Ikuti simulasi kebencanaan untuk memahami jalur evakuasi

3๏ธโƒฃ Tanggap Darurat: Apa yang Harus Dilakukan Saat Bencana?
โœ… Tetap tenang dan cari tempat yang aman
โœ… Ikuti arahan petugas dan gunakan jalur evakuasi yang telah ditentukan
โœ… Bantu warga sekitar yang membutuhkan pertolongan

Kita semua memiliki peran dalam mengurangi risiko bencana. Mari bersama-sama menjaga keselamatan dan kelestarian lingkungan! ๐ŸŒ๐Ÿ’™

BPBD Hulu Sungai Selatan Lakukan Pemantauan EWS Banjir dan Bendungan Amandit

Pada Kamis, 24 Oktober 2024, BPBD Kabupaten Hulu Sungai Selatan mengadakan kegiatan pemantauan dan pemeriksaan alat Early Warning System (EWS) banjir di Desa Pagar Haur, Kecamatan Padang Batung. Pemantauan ini dipimpin langsung oleh Sekretaris BPBD HSS, H. Halikinnor, A.Md, bersama Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik, Riza Nopriyandi, S.M, serta sejumlah staf BPBD. Langkah ini diambil sebagai upaya antisipatif dalam menghadapi potensi bencana banjir yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

Kegiatan pemeriksaan EWS bertujuan untuk memastikan bahwa perangkat tersebut berfungsi dengan baik dan dapat memberikan peringatan dini kepada masyarakat setempat. EWS memainkan peran penting dalam sistem deteksi banjir dengan memantau kenaikan debit air dan memberikan sinyal peringatan dini, yang dapat membantu masyarakat untuk segera mengambil langkah evakuasi atau mitigasi jika terjadi situasi darurat.

Setelah pengecekan EWS selesai, tim BPBD HSS melanjutkan kegiatan dengan melakukan pemantauan dan pemeriksaan di Bendungan Amandit, yang terletak di Desa Malutu. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan kondisi fisik dan operasional bendungan tetap aman, terutama saat musim hujan yang rawan menyebabkan peningkatan volume air. Tim memastikan bahwa bendungan berada dalam kondisi yang baik dan siap menampung air dengan aman guna mengurangi risiko banjir di wilayah sekitarnya.

Melalui langkah-langkah ini, BPBD Hulu Sungai Selatan berharap dapat memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah daerah dalam menghadapi potensi banjir. Kerja sama yang baik antara berbagai pihak sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan tangguh dalam menghadapi bencana.

Sosialisasi dan Verifikasi Cuaca Oleh BMKG Banjarmasin

Selasa, 22 Oktober 2024 โ€“ Bertempat di Aula BPBD Kabupaten Hulu Sungai Selatan, dilaksanakan kegiatan verifikasi cuaca lapangan dan sosialisasi prakiraan cuaca oleh BMKG Provinsi Kalimantan Selatan. Kegiatan ini dihadiri oleh tim dari Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor yang melakukan kunjungan ke BPBD Kab. Hulu Sungai Selatan untuk berkoordinasi dan mengevaluasi kondisi cuaca terkini di wilayah tersebut.

Acara dibuka dengan sambutan dari Kepala Pelaksana BPBD Kab. Hulu Sungai Selatan, Kusairi, S.Sos, M.AP. Dalam sambutannya beliau menyampaikan pentingnya sinergi antara BMKG dan BPBD dalam memantau perkembangan cuaca dan iklim guna meminimalisir dampak bencana di daerah.

Selanjutnya, paparan teknis disampaikan oleh Rara Rahmita Nurafifah, S.Tr. Met dan Ruth Mandasari Saragih, S.Tr, M.Ling dari BMKG Provinsi Kalsel. Materi yang dibawakan meliputi prakiraan cuaca jangka pendek dan menengah, analisis iklim, serta kondisi cuaca ekstrem yang mungkin terjadi di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Sosialisasi ini juga mencakup informasi terkait mitigasi dan langkah-langkah yang perlu diambil masyarakat serta pemerintah daerah dalam menghadapi kemungkinan bencana seperti banjir dan tanah longsor. Dengan adanya pemaparan ini, diharapkan seluruh pihak dapat lebih memahami dan bersiap menghadapi kondisi cuaca yang dinamis.

Kegiatan koordinasi ini merupakan bagian dari upaya BPBD dan BMKG untuk memperkuat sistem peringatan dini dan penyampaian informasi cuaca kepada masyarakat secara cepat dan akurat. Melalui kegiatan ini, diharapkan informasi cuaca dapat tersampaikan dengan baik dan menjadi pedoman dalam pengambilan keputusan, terutama dalam situasi darurat.

Mari bersama-sama meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap cuaca dan iklim di sekitar kita! ๐ŸŒง๏ธโ˜€๏ธ

#BPBD#BMKG#Cuaca#KabupatenHuluSungaiSelatan#KesiapsiagaanBencana#PrakiraanCuaca#MitigasiBencana