Kandangan, BPBD Kab. HSS 27 Desember 2022
Kekeringan merupakan kondisi kekurangan pasokan air dari curah hujan dalam waktu tertentu, biasanya satu musim atau lebih, yang berakibat pada kekurangan air untuk beberapa sector kegiatan, kelompok atau lingkungan (UNISDR, 2019).
PRA BENCANA
SAAT BENCANA
PASCA BENCANA
SALAM TANGGUH SALAM KEMANUSIAAN – BPBD Kab. HSS
Standardized Precipitation Index (SPI) adalah indeks yang digunakan untuk menentukan penyimpangan curah hujan terhadap normalnya, dalam suatu periode waktu yang panjang (bulanan, dua bulanan, tiga bulanan dst). Nilai SPI dihitung menggunakan metoda statistik probabilistik distribusi gamma.
Berdasarkan nilai SPI ditentukan tingkat kekeringan dan kebasahan dengan kategori sebagai berikut:
2. Normal : Jika Nilai SPI -0,99 s.d. 0,993.
3. Tingkat Kebasahan
Kekeringan Meteorologis adalah berkurangnya curah hujan dari keadaan normalnya dalam jangka waktu yang panjang (bulanan, dua bulanan, tiga bulanan dst). Kekeringan ini berkaitan dengan besaran curah hujan yang terjadi berada di bawah kondisi normalnya pada suatu musim. Perhitungan tingkat kekeringan meteorologis merupakan indikasi pertama terjadinya kondisi kekeringan.
Intensitas kekeringan berdasarkan definisi meteorologis adalah sebagai berikut:
Curah Hujan Tiga Bulanan adalah jumlah curah hujan selama tiga bulan, yang digunakan sebagai dasar untuk menghitung nilai SPI.
Sumber Bacaan : Buletin Iklim Kalimantan Selatan Edisi Desember 2022 VOL. XLIX No.12 Stasiun Klimatologi Kelas I Kalimantan Selatan.
SALAM TANGGUH SALAM KEMANUSIAAN – BPBD Kab. HSS
La Nina merupakan suatu kondisi dimana terjadi penurunan suhu muka laut di kawasan Timur equator di Lautan Pasifik. Selama kejadian La Nina, angin pasat Timur menguat dan perairan di sekitar Indonesia dan Australia menjadi lembap dan basah. Fenomena La Nina menyebabkan curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia bertambah, bahkan sangat berpotensi menyebabkan terjadinya banjir.
Peningkatan curah hujan ini sangat tergantung dari intensitas La Nina tersebut. Namun karena posisi geografis Indonesia yang dikenal sebagai benua maritim, maka tidak seluruh wilayah Indonesia dipengaruhi oleh fenomena La Nina.
La Nina terutama ditandai dengan :
El Nino merupakan suatu kondisi dimana terjadi peningkatan suhu muka laut di sekitar Pasifik Tengah dan Timur sepanjang ekuator dari nilai rata-ratanya. Selama kejadian El Nino, angin pasat Timur menguat artinya angin berbalik arah ke barat dan mendorong wilayah potensi hujan ke barat. Hal ini menyebabkan perubahan pola cuaca. Daerah potensi hujan meliputi wilayah Perairan Pasifik Tengah dan Timur dan Amerika Tengah.
Fenomena El Nino menyebabkan curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia berkurang, tingkat berkurangnya curah hujan ini sangat tergantung dari intensitas El Nino tersebut. Namun karena posisi geografis Indonesia yang dikenal sebagai benua maritim, maka tidak seluruh wilayah Indonesia dipengaruhi oleh fenomena El Nino.
El Nino terutama ditandai dengan:
Sumber Bacaan : Buletin Iklim Kalimantan Selatan Edisi Desember 2022 VOL. XLIX No.12 Stasiun Klimatologi Kelas I Kalimantan Selatan.
SALAM TANGGUH SALAM KEMANUSIAAN – BPBD Kab. HSS
Diukur dari Mercu Bendung
Diukur dari Dasar Saluran
Sumber : BWS Kalimantan III
SALAM TANGGUH SALAM KEMANUSIAAN – BPBD Kab. HSS
Kandangan, BPBD Kab. HSS, 27 Desember 2022
Keadaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Amandit di Desa Malutu melalui EWS
Pukul 07:00 WITA ketinggian air 27,9 Cm. (Aman)
SALAM TANGGUH SALAM KEMANUSIAAN – BPBD Kab. HSS
Untuk esok hari Rabu 28 Desember 2022
Sumber Data : https://stamet.syamsudinnoor.bmkg.go.id/
SALAM TANGGUH SALAM KEMANUSIAAN – BPBD Kab. HSS
Untuk esok hari Selasa 27 Desember 2022
Sumber Data : https://stamet.syamsudinnoor.bmkg.go.id/
SALAM TANGGUH SALAM KEMANUSIAAN – BPBD Kab. HSS
Untuk hari ini Senin 26 Desember 2022
Sumber Data : https://stamet.syamsudinnoor.bmkg.go.id/
SALAM TANGGUH SALAM KEMANUSIAAN – BPBD Kab. HSS
Kandangan, BPBD Kab. HSS, Senin 26 Desember 2022
Pada hari minggu tanggal 25 Desember 2022, TRC BPBD Kab. HSS, setelah kegiatan Susur Sungai Sambil Bersih-Bersih dalam rangka Hari Relawan PMI Tahun 2022 selesai, dilanjutkan kegiatan Penanganan pohon tumbang menutup aliran Sungai Amandit di RT. 3 Desa Lungau Kec. Kandangan.
Semangat Relawan BPBD Kab. HSS perlu diacungi jempol.
SALAM TANGGUH SALAM KEMANUSIAAN – BPBD Kab. HSS
Kandangan, BPBD Kab. HSS, Senin, 26 Desember 2022
Dikomandoi Kalak BPBD Kab. HSS, TRC Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Hulu Sungai Selatan, yang terdiri dari ASN dan Relawan BPBD Kab. HSS berpartisipasi kegiatan Susur Sungai dan Bersih-Bersih Sungai Amandit dari Muara Banta Kec. Kandangan sampai Belakang Kantor PUPR Kab. HSS, Minggu 25 Desember 2022.
Kegiatan ini dilaksanakan PMI HSS bekerjasama dengan Dispera KPLH HSS dalam rangka memperingati Hari Relawan PMI yang jatuh pada tanggal 26 Desember 2022 serta memberikan edukasi pada masyarakat.
Jumlah peserta yang ikut berpartisiapasi pada kegiatan ini sebanyak +200 relawan. Yang terbagi dalam beberapa tim, antara lain dari BPBD Kab. HSS 10 orang, Duta Lingkungan 3 orang, Saka Kalpataru 4 orang, Tagana 25 orang, Baling-Baling Rescue 5 orang, Faji HSS 10 orang, Kerukunan BPK 60 orang, Forisa 5 orang, Forum Komunitas Hijau 5 orang, KPA Meratus Hijau 3 orang, dan perwakilan dari perusahaan sebanyak 11 orang.
Maksud dilaksanakannya kegiatan ini juga untuk mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk sadar dan berpartisipasi aktif dalam upaya menjaga sungai khususnya di HSS, sehingga diharapan masyarakat di HSS sadar dan aktif untuk menjaga sungai.
Bupati Hulu Sungai Selatan, Achmad Fikry yang sangat peduli lingkungan hadir pada kegiatan ini dalam sambutan dan pengarahannya berharap, kegiatan ini tidak hanya memungut sampah rumah tangga yang ada di sungai. Akan tetapi kegiatan ini menjadi edukasi kepada masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai.
Kegiatan susur sungai hari ini merupakan aksi nyata yang dilaksanakan oleh para relawan dengan tujuan membersihkan sungai dari sampah.
SALAM TANGGUH SALAM KEMANUSIAAN – BPBD Kab. HSS