SIAGA BENCANA KEKERINGAN

Kandangan, BPBD Kab. HSS 27 Desember 2022

Kekeringan merupakan kondisi kekurangan pasokan air dari curah hujan dalam waktu tertentu, biasanya satu musim atau lebih, yang berakibat pada kekurangan air untuk beberapa sector kegiatan, kelompok atau lingkungan (UNISDR, 2019).

PRA BENCANA

  • Menjaga sumber/mata air.
  • Menggunakan air dengan bijak.
  • Tidak merusak hutan/kawasan cagar alam.
  • Secara kolektif membuat waduk atau embung untuk menampung air hujan dan dipergunakan saat musim kemarau.
  • Dalam konteks pertanian, memanfaatkan mulsa. Mulsa adalah material penutup tanaman budidaya untuk menjaga kelembaban tanah serta menekan pertumbuhan gulma dan penyakit sehingga tanaman dapat tumbuh dengan baik.
  • Memenuhi kebutuhan keluarga, membuat tandon air di sekitar pekarangan rumah untuk menampung air hujan.

SAAT BENCANA

  • Melaporkan dan meminta bantuan air bersih pada pihak yang berwenang.
  • Mengatur jadwal penggunaan air yang masih ada.
  • Pelaksanaan hujan buatan / TMC
  • Simak informasi dari radio, televisi, media online dan sumber informasi resmi pemerintah.

PASCA BENCANA

  1. Membuat sumur resapan/bipori.
  2. Membuat waduk/bendungan untuk menampung air hujan.

SALAM TANGGUH SALAM KEMANUSIAAN – BPBD Kab. HSS

Sebaiknya Anda Tahu, Apa Itu “STANDARDIZED PRECIPATITION INDEX”

Standardized Precipitation Index (SPI) adalah indeks yang digunakan untuk menentukan penyimpangan curah hujan terhadap normalnya, dalam suatu periode waktu yang panjang (bulanan, dua bulanan, tiga bulanan dst). Nilai SPI dihitung menggunakan metoda statistik probabilistik distribusi gamma.

Berdasarkan nilai SPI ditentukan tingkat kekeringan dan kebasahan dengan kategori sebagai berikut:

  1. Tingkat Kekeringan :
  • Sangat Kering : Jika Nilai SPI < -2,00
  • Kering : Jika Nilai SPI -1,50 s.d. -1,99
  • Agak Kering : Jika Nilai SPI -1,00 s.d. -1,49

2. Normal : Jika Nilai SPI -0,99 s.d. 0,993.

3. Tingkat Kebasahan

  • Sangat Basah : Jika Nilai SPI >2,00
  • Basah : Jika Nilai SPI 1,50 s.d. 1,99
  • Agak Basah : Jika Nilai SPI 1,00 s.d. 1,49

Kekeringan Meteorologis adalah berkurangnya curah hujan dari keadaan normalnya dalam jangka waktu yang panjang (bulanan, dua bulanan, tiga bulanan dst). Kekeringan ini berkaitan dengan besaran curah hujan yang terjadi berada di bawah kondisi normalnya pada suatu musim. Perhitungan tingkat kekeringan meteorologis merupakan indikasi pertama terjadinya kondisi kekeringan.

Intensitas kekeringan berdasarkan definisi meteorologis adalah sebagai berikut:

  1. Kering : Apabila curah hujan antara 70 % – 85 % dari kondisi normal (curah hujan di bawah normal),
  2. Sangat Kering : Apabila curah hujan antara 50 % – 70 % dari kondisi normal (curah hujan jauh di bawah normal),
  3. Amat Sangat Kering : Apabila curah hujan < 50 % dari kondisi normal (curah hujan amat jauh di bawah normal).

Curah Hujan Tiga Bulanan adalah jumlah curah hujan selama tiga bulan, yang digunakan sebagai dasar untuk menghitung nilai SPI.

Sumber Bacaan : Buletin Iklim Kalimantan Selatan Edisi Desember 2022 VOL. XLIX No.12 Stasiun Klimatologi Kelas I Kalimantan Selatan.

SALAM TANGGUH SALAM KEMANUSIAAN – BPBD Kab. HSS

Sebaiknya Anda Tahu, Apa Itu La Nina dan El Nino

La Nina merupakan suatu kondisi dimana terjadi penurunan suhu muka laut di kawasan Timur equator di Lautan Pasifik. Selama kejadian La Nina, angin pasat Timur menguat dan perairan di sekitar Indonesia dan Australia menjadi lembap dan basah. Fenomena La Nina menyebabkan curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia bertambah, bahkan sangat berpotensi menyebabkan terjadinya banjir.

Peningkatan curah hujan ini sangat tergantung dari intensitas La Nina tersebut. Namun karena posisi geografis Indonesia yang dikenal sebagai benua maritim, maka tidak seluruh wilayah Indonesia dipengaruhi oleh fenomena La Nina.

La Nina

La Nina terutama ditandai dengan :

  • Mendinginnya suhu muka laut di Pasifik Equator, Sea Surface Temperature (SST) ini lebih rendah dibandingkan dengan rata-ratanya dan penyimpangan suhu muka laut di daerah tersebut bernilai negatif.
  • La Nina dideteksi ketika nilai SOI positif selama periode yang cukup lama (setidak-tidaknya tiga bulan). SOI adalah nilai indeks yang menyatakan perbedaan Tekanan Permukaan Laut (SLP) antara Tahiti dan Darwin, Australia.

El Nino merupakan suatu kondisi dimana terjadi peningkatan suhu muka laut di sekitar Pasifik Tengah dan Timur sepanjang ekuator dari nilai rata-ratanya. Selama kejadian El Nino, angin pasat Timur menguat artinya angin berbalik arah ke barat dan mendorong wilayah potensi hujan ke barat. Hal ini menyebabkan perubahan pola cuaca. Daerah potensi hujan meliputi wilayah Perairan Pasifik Tengah dan Timur dan Amerika Tengah.

Fenomena El Nino menyebabkan curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia berkurang, tingkat berkurangnya curah hujan ini sangat tergantung dari intensitas El Nino tersebut. Namun karena posisi geografis Indonesia yang dikenal sebagai benua maritim, maka tidak seluruh wilayah Indonesia dipengaruhi oleh fenomena El Nino.

El Nino

El Nino terutama ditandai dengan:

  • Meningkatnya suhu muka laut di Pasifik Ekuator, SST ini lebih tinggi dibandingkan dengan rata-ratanya dan penyimpangan di daerah tersebut bernilai positif.
  • El Nino dideteksi ketika nilai SOI negatif selama periode yang cukup lama (minimal tiga bulan). SOI adalah nilai indeks yang menyatakan perbedaan Tekanan Permukaan Laut (SLP) antara Tahiti dan Darwin, Australia.

Sumber Bacaan : Buletin Iklim Kalimantan Selatan Edisi Desember 2022 VOL. XLIX No.12 Stasiun Klimatologi Kelas I Kalimantan Selatan.

SALAM TANGGUH SALAM KEMANUSIAAN – BPBD Kab. HSS

Update TMA Selasa (27/12/2022) Pukul 09.51 WITA

Diukur dari Mercu Bendung

  1. Bendung Karang Intan 0,70 m/cuaca Cerah (Siaga 3).
  2. Bendung Tapin 0,16 m/cuaca Berawan (Siaga 4).
  3. Bendung Amandit 0,12 m/cuaca Cerah (Siaga 4).
  4. Bendung Telaga Langsat 0,04 m/cuaca Cerah (Siaga 4).
  5. Bendung Batang Alai  – m/cuaca  –
  6. Bendung Pitap 0,26 m/cuaca Berawan (Siaga 4).
  7. Bendung Batulicin 0,05 m/cuaca Cerah Cerah (Siaga 4).
  8. Bendung Kotabaru 0,05 m/cuaca Berawan (Siaga 4).
  9. Bendung Karau 0,19 m/ cuaca Cerah (Siaga 4).

Diukur dari Dasar Saluran

  1. Bendungan Tapin : – Elv Muka air : 135.02 m, – Curah hujan: 0.0  mm, – Vtama  : 31.015.000 m3, -Vbanjir : 24.364.000 m3, – cuaca  : Cerah
  2. 2. Embung Langsat Besar : •   Elv     : 17,66 m (Dibawah Mercu), •   Vtma    : 361.781.82 mᶟ, •   VBanjir : 8.460,38 mᶟ, •   Cuaca   : Berawan
  3. 3. Embung Salimuran : •   Elv     : 8.33 m, •   Vtma    : 61.188.27 mᶟ, •   Vbanjir : – mᶟ, •   Cuaca   : Cerah
  4. 4. Embung Kebun Raya Banua : •   TMA   : 0,58 m, •   Cuaca : Cerah
  1. Sungai Pasar Bawah Sungai Danau (Kab. Tanah Bumbu) 0,50 m, Kondisi Normal, Cuaca Mendung, Tinggi Jagaan 1,10 m ‘
  2. Sungai Riam Kiwa (Kab. Banjar) 500 Cm, Kondisi Normal, Cuaca Mendung, Tinggi Jagaan – m.
  3. Sungai Warik (Kab. Kotabaru) 0.20 m, Kondisi Normal, Cuaca Cerah, Tinggi Jagaan 1.60 m.
  4. Sungai Barabai (Kab. Hulu Sungai Tengah) 2,00 m, Kondisi Normal, Cuaca Cerah, Tinggi Jagaan 3,60 m.
  5. Sungai Nagara (Kab. Hulu Sungai Utara) 2,50 m, Kondisi Normal, Cuaca Cerah, Tinggi Jagaan 5,00 m.
  6. Sungai Kusan (Kab. Tanah Bumbu) 2,88 m, Kondisi Normal, Cuaca Berawan, Tinggi Jagaan 0.92 m.
  7. Sungai Martapura (Kab. Banjar) 10,48 m, Kondisi Normal, Cuaca Berawan, Tinggi Jagaan 1,02 m.
  8. Sungai Balangan (Kab. Balangan) (Kecamatan Lampihong) 3,00 m, Kondisi Normal, Cuaca Cerah, Tinggi Jagaan 5,30 m.
  9. Sungai Tabalong (Kab. Tabalong) 2,20 m, Kondisi Normal, Cuaca Cerah, Tinggi Jagaan 9,50 m.
  10. Sungai Tabalong Kanan (Kab. Tabalong) 2,30 m, Kondisi Normal, Cuaca Cerah, Tinggi Jagaan 3,90 m.
  11. Sungai Maluka (Kab. Tanah Laut) 1.10 cm, Kondisi Normal, Cuaca Berawan, Tinggi Jagaan 1,40 cm.
  12. Sungai Veteran Perkotaan (Kota Banjarmasin) 1.18 m, Kondisi Normal, Cuaca Cerah, Tinggi Jagaan 0,42 m.

Sumber : BWS Kalimantan III

SALAM TANGGUH SALAM KEMANUSIAAN – BPBD Kab. HSS

LAPORAN EARLY WARNING SYSTEM (EWS)

Kandangan, BPBD Kab. HSS, 27 Desember 2022

Keadaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Amandit di Desa Malutu melalui EWS

Pukul 07:00 WITA ketinggian air 27,9 Cm. (Aman)

SALAM TANGGUH SALAM KEMANUSIAAN – BPBD Kab. HSS

PRAKIRAAN CUACA PROPINSI KALIMANTAN SELATAN

Untuk esok hari Rabu 28 Desember 2022

Sumber Data : https://stamet.syamsudinnoor.bmkg.go.id/

SALAM TANGGUH SALAM KEMANUSIAAN – BPBD Kab. HSS

PRAKIRAAN CUACA PROPINSI KALIMANTAN SELATAN

Untuk esok hari Selasa 27 Desember 2022

Sumber Data : https://stamet.syamsudinnoor.bmkg.go.id/

SALAM TANGGUH SALAM KEMANUSIAAN – BPBD Kab. HSS

PRAKIRAAN CUACA PROPINSI KALIMANTAN SELATAN

Untuk hari ini Senin 26 Desember 2022

Sumber Data : https://stamet.syamsudinnoor.bmkg.go.id/

SALAM TANGGUH SALAM KEMANUSIAAN – BPBD Kab. HSS

PENGANANAN POHON TUMBANG OLEH TRC BPBD KAB. HSS

Kandangan, BPBD Kab. HSS, Senin 26 Desember 2022

Pada hari minggu tanggal 25 Desember 2022, TRC BPBD Kab. HSS, setelah kegiatan Susur Sungai Sambil Bersih-Bersih dalam rangka Hari Relawan PMI Tahun 2022 selesai, dilanjutkan kegiatan Penanganan pohon tumbang menutup aliran Sungai Amandit di RT. 3 Desa Lungau Kec. Kandangan.

Semangat Relawan BPBD Kab. HSS perlu diacungi jempol.

SALAM TANGGUH SALAM KEMANUSIAAN – BPBD Kab. HSS

TRC BPBD KAB. HSS BERPARTISIPASI SUSUR SUNGAI SAMBIL BERSIH-BERSIH DALAM PERINGATAN HARI RELAWAN PMI TAHUN 2022

Kandangan, BPBD Kab. HSS, Senin, 26 Desember 2022

Dikomandoi Kalak BPBD Kab. HSS, TRC Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Hulu Sungai Selatan, yang terdiri dari ASN dan Relawan BPBD Kab. HSS berpartisipasi kegiatan Susur Sungai dan Bersih-Bersih Sungai Amandit dari Muara Banta Kec. Kandangan sampai Belakang Kantor PUPR Kab. HSS, Minggu 25 Desember 2022.

Kegiatan ini dilaksanakan PMI HSS bekerjasama dengan Dispera KPLH HSS dalam rangka memperingati Hari Relawan PMI yang jatuh pada tanggal 26 Desember 2022 serta memberikan edukasi pada masyarakat.

Jumlah peserta yang ikut berpartisiapasi pada kegiatan ini sebanyak +200 relawan. Yang terbagi dalam beberapa tim, antara lain dari BPBD Kab. HSS 10 orang, Duta Lingkungan 3 orang, Saka Kalpataru 4 orang, Tagana 25 orang, Baling-Baling Rescue 5 orang, Faji HSS 10 orang, Kerukunan BPK 60 orang, Forisa 5 orang, Forum Komunitas Hijau 5 orang, KPA Meratus Hijau 3 orang, dan perwakilan dari perusahaan sebanyak 11 orang.

Maksud dilaksanakannya kegiatan ini juga untuk mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk sadar dan berpartisipasi aktif dalam upaya menjaga sungai khususnya di HSS, sehingga diharapan masyarakat di HSS sadar dan aktif untuk menjaga sungai.

Bupati Hulu Sungai Selatan, Achmad Fikry yang sangat peduli lingkungan hadir pada kegiatan ini dalam sambutan dan pengarahannya berharap, kegiatan ini tidak hanya memungut sampah rumah tangga yang ada di sungai. Akan tetapi kegiatan ini menjadi edukasi kepada masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai.

Kegiatan susur sungai hari ini merupakan aksi nyata yang dilaksanakan oleh para relawan dengan tujuan membersihkan sungai dari sampah.

SALAM TANGGUH SALAM KEMANUSIAAN – BPBD Kab. HSS