Sebaiknya Anda Tahu, Apa Itu “STANDARDIZED PRECIPATITION INDEX”

Standardized Precipitation Index (SPI) adalah indeks yang digunakan untuk menentukan penyimpangan curah hujan terhadap normalnya, dalam suatu periode waktu yang panjang (bulanan, dua bulanan, tiga bulanan dst). Nilai SPI dihitung menggunakan metoda statistik probabilistik distribusi gamma.

Berdasarkan nilai SPI ditentukan tingkat kekeringan dan kebasahan dengan kategori sebagai berikut:

  1. Tingkat Kekeringan :
  • Sangat Kering : Jika Nilai SPI < -2,00
  • Kering : Jika Nilai SPI -1,50 s.d. -1,99
  • Agak Kering : Jika Nilai SPI -1,00 s.d. -1,49

2. Normal : Jika Nilai SPI -0,99 s.d. 0,993.

3. Tingkat Kebasahan

  • Sangat Basah : Jika Nilai SPI >2,00
  • Basah : Jika Nilai SPI 1,50 s.d. 1,99
  • Agak Basah : Jika Nilai SPI 1,00 s.d. 1,49

Kekeringan Meteorologis adalah berkurangnya curah hujan dari keadaan normalnya dalam jangka waktu yang panjang (bulanan, dua bulanan, tiga bulanan dst). Kekeringan ini berkaitan dengan besaran curah hujan yang terjadi berada di bawah kondisi normalnya pada suatu musim. Perhitungan tingkat kekeringan meteorologis merupakan indikasi pertama terjadinya kondisi kekeringan.

Intensitas kekeringan berdasarkan definisi meteorologis adalah sebagai berikut:

  1. Kering : Apabila curah hujan antara 70 % – 85 % dari kondisi normal (curah hujan di bawah normal),
  2. Sangat Kering : Apabila curah hujan antara 50 % – 70 % dari kondisi normal (curah hujan jauh di bawah normal),
  3. Amat Sangat Kering : Apabila curah hujan < 50 % dari kondisi normal (curah hujan amat jauh di bawah normal).

Curah Hujan Tiga Bulanan adalah jumlah curah hujan selama tiga bulan, yang digunakan sebagai dasar untuk menghitung nilai SPI.

Sumber Bacaan : Buletin Iklim Kalimantan Selatan Edisi Desember 2022 VOL. XLIX No.12 Stasiun Klimatologi Kelas I Kalimantan Selatan.

SALAM TANGGUH SALAM KEMANUSIAAN – BPBD Kab. HSS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *